Kamis, 07 Februari 2013

Tugas SAS "Biosfer 2"

 “ Biosfer 2”
            Di Alam ini kita telah mengetahui bahwa urutan organisme dalam suatu materi itu dari yang terkecil adalah: Atom- molekul- sel- jaringan- organ- sistem organ- organisme- populasi- komunitas- ekosistem dan terakhir biosfer. Biosfer merupakan keseluruhan maupun kumpulan atau total dari ekosistem yang ada di alam ini. Para ilmuwan mencoba membuat biosfer yang terpisah (terisolasi) dari lingkungannya. Jika Bumi disebut sebagai Biosfer 1, maka biosfer buatan ini dinamakan Biosfer 2.
            Biosfer 2 merupakan suatu bentuk biosfer buatan manusia, entah apalah namanya tapi, biosfer 2 ini awalnya dirancang untuk mendukung keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup di alam ini dengan cara meniru bentuk sistem biosfer alami yang telah lama diciptakan oleh Sang Pencipta. Pembuatan biosfer ini telah menghabiskan biaya sampai 200- an Juta Dolar.
            Ketika biosfer 2 telah selesai dibuat, 8 orang di tempatkan di dalamnya untuk menguji apakah biosfer 2 ini bisa menjaga kelangsungan hidup makhluk hidup yang ada di dalamnya dan mampu bertahan hidup. Namun, apa kenyataannya... setelah 2 tahun berlalu, ternyata banyak masalah yang tidak terduga yang terjadi dalam biosfer 2 ini, diantaranya: oksigen yang ada dalam biosfer 2 menghilang secara misterius, siklus Nitrogen didalamnya juga gagal berfungsi secara baik, konsentrasi CO2 meningkat mencapai level yang mengancam manusia serta banyak spesies hewan dan tumbuhan yang mati. Sehingga dapat dikatakan bahwa Biosfer 2 telah gagal dan tidak mungkin bisa di pergunakan untuk mendukung dan mempertahankan sistem kehidupan makhluk hidup di dalamnya.
            Konsekuensi menarik dari Biosfer 2 ini adalah sulitnya mengkopi fungsi dari modal alam biosfer Bumi dengan modal infrastruktural yang dibangun oleh manusia dengan teknologi sekarang ini. Meskipun menggunakan pengeluaran lebih dari AS$200 juta, percobaan biosfer baru ini tidak dapat menunjang delapan manusia untuk waktu yang lama, sedangkan yang alami dapat menampung delapan milyar manusia, termasuk organisme lainnya.

Minggu, 20 Januari 2013

15 hari Mencari Cinta

15 Hari Mencari Cinta


                  Kisah ini berawal ketika aku memutuskan untuk menghabiskan Liburan semsterku untuk menjalankan tugas di Jombang. Jombang masih tidak banyak berubah, aku masih melihat jalanan itu, pohon itu dan segala sesuatunya persis 1 tahun yang lalu. hanya saja, aku tak bersama teman-temanku yang dulu. ketika aku bertemu dengan mereka kembali ingatanku kembali ketika aku masih berseragam SMA dulu. ada rasa haru, pilu, bahagia ketika bisa bertemu. namun rasa itu mencair menjadi perasaan takut kehilangan mereka lagi.

                   Di setiap jalan pandanganku tak pernah luput dari bayangan-bayangan tawa penuh canda yang aku ukir 3tahun ini di Jombang. selama 15 hari aku hidup nomaden di rumah teman-temanku. tidak dapat aku pungkiri rasa takjubku pada teman-teman baru ku ini. semua mempunyai cerita. itulah kesimpulan dari segala yang aku tahu dan mengerti selama ini bersama mereka. kita tak bisa melihat dari luar kehidupan mereka tapi bagaimana sikap dan perilaku yang mereka beri ke kita itulah cerminan diri mereka. selama ini aku aku acuh pada mereka, namun sekarang aku tahu rasa memiliki itu yang harusnya kita miliki untuk mengerti orang lain. :)
 

                  ketika aku berada di tempat dan kehidupanku yang lalu, aku merasa asing. seperti menjadi orang lain. namun berkat orang-orang disekelilingku aku jadi mengerti arti pengorbanan dan semangat. dan itulah yang sebenarnya hilang di diriku sekian hari ini. nikmat bagaimana menjadi seorang yang tak memiliki apa-apa dulunya. banyak hal yang aslinya menyadarakan aku. namun seganya itu adalah seperti malaikat cinta bagiku. merasakan cinta, mengejar cita-cita dahulu di Jombang memang mengasyikkan dan telah terbingkai menjadi kenangan indah. Namun aku harus bangkit! karena cintaku bukan hanya sebatas jalan itu saja.. aku masih bisa mengejar lebih jauh cinta itu. yaitu Cinta kalian.
karena, "bagiku kalian adalah mimpi tidur, yang setelah aku bangun,, aku masih merasakan mimpiku tapi aku tak bisa mengulangnya kembali. kalian itu hal abstrak yang tak bisa selamanya aku pegang, suatu saat pasti akan pergi. Meskipun begitu kalian tetap berharga, karena dengan adanya kalian, aku bisa merasakan yang namanya mimpi dalam hidupku.
"

Jombang , 13 Januari 2013

ULUL RAHMAWATI


                         

Minggu, 02 Desember 2012

Harus Bangkit


Ternyata Aku

Sebelumnya minta maaf bapak, rangkuman saya  ini berisi banyak cerita tidak jelas,
            Saya sempat kaget dan tak percaya yang bapak jelaskan pada materi Pengantar MIPA minggu lalu sangat bertepatan dengan apa yang saya fikirkan dan yang saat ini saya renungkan.
1.      Anak ITB yang mempunyai banyak potensi dan kemenangan,
Itu yang saat ini sedang saya alami, saya bangga bisa di ITB, namun saya masih belum tahu untuk apa saya disini. Saya belum menemukan potensi mana yang terbaik pada diri saya, tepatnya itu.
Saat saya melihat banyak teman-teman saya yang jauh lebih beruntung memiliki kemampuan daripada saya, saat itu saya sadar bahwa saya tidak memikili apa-apa di ITB dan untuk ITB.
2.      Sistem pengajaran di Indonesia.
Benar seperti yang bapak bilang, seharusnya pendidikan yang di berikan di usia anak SD kelas 1-3 itu masih tentang pengajaran yang bersifat turun langsung bukan teori yang harus difikirkan dan dihafalkan.
Karena, saya mempunyai seorang adik di kelas 3SD, dia setiap minggunya sudah mendapatkan materi tntang IPA,yang bab indra pendengaran.namun kalau kita tahu anak di usia segitu pastinya belum mampu menerima dan menelan teori tersebut secara lebih jelas, butuh pembuktian langsung yang bisa membuat dirinya lebih mengerti bukan, yaitu dengan membuat si anak bergerak membuktikan kebenaran yang dia terima. Namun apa yang saya lihat dari adik saya sekarang, dia malah  paling tidak suka pelajaran tersebut. Padahal itu adalah pelajaran dasar yang seharusnya bisa menjadi menarik bagi anak di usia segitu, saya tidak tahu kenapa pengajaran sekolah sekarang seperti ini, pendidikan yang serba diporsir untuk teori tanpa tahu makna yang terkandung dan hal menarik yang seharusnya bisa didapatkan dari materinya.
3.      Cara belajar yang baik.
Benar sekali yang seperti bapak bilang, memahami sesuatu itu lebih baik dari pada kita bisa menyelesaikan sejuta soal tanpa mengerti maknanya dan hal-hal lain darinya. Setiap hari saya kuliah di Itb sering merasakannya. Merasa tidak bisa apa-apa, dan serba down. Namun saya selalu percaya suatu saat nanti saya akan menjadi yang terbaik lagi bagi diri saya dan orang lain. Mungkin dengan pelan-pelan mengerti materinya, dan tentunya dosennya. Namun terkadang orang lain tak seperti itu pandangannya. Disatu sisi kita merasa bahwa cara ini yang terbaik, meskipun bagi orang lain tidak ada apa-apanya. Bagi orang lain mereka hanya melihat dari sisi luar dan penilaian luar kita, sedangkan seharusnya kita coba biarkan diri kita berproses menjadi yang lebih unggul lagi, namun tingkatan tiap orang untuk memahami yang lain itu berbeda. Itulah sebabnya di indonesia ini, orang cenderung mencela orang lain, tanpa sadar padahal diri mereka juga belum benar.
            bapak juga pernah bilang, ketika kita menemukan suatu persoalan meskipun itu enteng di lingkungan kita dan kita berusaha untuk menyelesaikannya dan peka terhadapnya itu sangat cukup untuk bisa belajar dengan baik. Dan saat ini saya tersadar untuk membantu saudara-saudara saya dikota saya yang sangat memprihatinkan pak, rata-rata anak yang lahir di desa tersebut tidak normal semua satu desa. Dan itu yang membuat saya berkeinginan untuk membantu mereka. Saya selalu berkata pada diri saya, saya bisa mendapatkan suatu kebahagiaan sampai saat ini, dan saya ingin berbagi itu pada mereka supaya mereka bisa menikmati kebahagiaan seperti apa yang saya rasakan meskipun tidak sama.
            Kesadaran kita akan lingkungan sekitar kita dan kepekaan kita itulah yang seharusnya kita pupuk selama ini untuk membangun diri yang baik dan memperkuat kita sebagai generasi muda Indonesia. Percuma Potensi yang kita miliki sebanyak apapun kalau kita tidak bisa mengamalkannya kepada orang lain pastinya akan terasa sia-sia. Sekolah bukan hanya dengan ribuan peraturan dan kurikulum, tapi sebuah sekolah adalah yang bisa membantu semua orang untuk bisa mencapai impiannya. Karna saya  tahu  bahwa apapun hal yang kita dapatkan adalah ilmu, tinggal bagaimana kita nantinya memperbuatkannya. Ilmu tak sekedar pelajaran Matematika, IPA, Sejarah, Ekonomi, Bahasa dll. Tapi sesuatu yang indah dan membahagiakan jika kita mendapatkannya itulah Ilmu . saya  akan mengatakan pada anak Indonesia, bahwa mereka tak perlu memperoleh prestasi dengan nilai.. tapi apapun yang dimilikinya adalah segala yang akan menjadikan mereka jadi terbaik diantara yang lain. Mereka akan mempunyai kelebihan tersendiri yang orang lain tak punya.. tapi bisa menjadikan mereka hebat dengan apa yang mereka punya.

Terima kasih pak.
Saya seperti merasa bahwa saya tertantang untuk menjadi diri saya yang bisa bermanfaat bagi yang lain. Amin...
Bandung, 28 November 2012

Ulul Rahmawati (16012278)

Sabtu, 17 November 2012


DAKWAH DAN KEHIDUPAN

            Allah SWT berfirman,

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk."(Q.S An Nahl :125)

Seperti yang telah dijelaskan dalam ayat diatas definisi dakwah sendiri secara bahasa berasal dari kata “da’a” yang berarti : panggilan, seruan, maupun ajakan. Berarti dakwah sendiri mempunyai tiga metode yang dilakukan, yaitu: 1) Dakwah secara hikmah 2) Dakwah dengan cara berdiskusi dan bertukar pengetahuan, 3) dakwah secara hati atau mengingatkan.

            Pembinaan diri adalah pembinaan yang dilakukan oleh seorang muslim atau muslimah terhadap dirinya. Latar belakang yang menjadikan pentingnya pembinaan pada diri seorang muslim adalah kenyataan bahwa tak selamanya seorang muslim berkesempatan belajar dengan seorang alim. Bahkan terkadang ada suatu saat dimana seorang muslim berada pada lingkungan yang buruk. 

            Seorang muslim sudah seharusnya menjadi pemimpin pertama bagi dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain. Seperti amanah umat manusia di bumi. Manusia telah mengambil amanah itu, amanah untuk beribadah dan mengelola bumi, dimana penghuni bumi yang lain tak mampu memikulnya, maka ada tugas agung yang tak boleh terlalaikan di dalam diri tiap-tiap kita yaitu menjadi kholifah fil ardh.

            Melihat permasalahan yang terjadi disaat ini, yaitu banyaknya doktrin-doktrin islam yang seolah-olah islam itu menghujjat agama lain dan agamanya sendiri sudah mulai banyak terjadi. Para pemimpin umat yang memiliki wewenang penuh dan jabatan pun banyak menyalah gunakan kepercayaan rakyatnya untuk kepentingan dirinya sendiri. Untuk itulah pembinaan itu ada supaya islam itu bisa disucikan kembali, kembali kepada fitrahnya dan berada dijalannya kembali sesuai dengan syari’at nabi dan perintah Allah SWT. Islam bukan semata-mata wadah untuk menyalahkan, menyela, dan bahan tandingan seseorang, melainkan tempat dimana kita bisa menemukan segala kebenaran itu murni didapatkan. Bukan dengan cara yang salah melainkan dengan cara tetap memegang Alqur’an dan sunnatullah.

semoga bermanfaat.. amin...

;;